Kapal Milik Pemkab Fakfak Berpenumpang Pejabat dan Anggota DPRD Tenggelam, Korban Dievakuasi
SORONG (Lentera) - Kapal cepat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak yang memuat 10 orang tenggelam di perairan Kampung Siri-Siri, Distrik Inawatan, Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat Daya, Senin (12/10/2026) pagi. Seluruh korban berhasil dievakuasi menggunakan perahu karet ke kapal penyelamat (Rescue Boat) 221 pada Selasa (13/10/2026) dini hari.
Kapal tersebut diketahui sedang dalam perjalanan dari Sorong menuju Fakfak dengan membawa 10 orang penumpang. Di antara penumpang itu terdapat sejumlah pejabat Pemkab Fakfak serta anggota DPRD Papua Barat.
“Seluruh korban berhasil dievakuasi ke Rescue Boat 221 pada pukul 00.32 WIT. Selanjutnya, kapal penyelamat melanjutkan pelayaran menuju Kokas karena para korban berasal dari daerah tersebut,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR Sorong Hidayat di Sorong, Selasa (13/10/2026).
Informasi kecelakaan kapal dari keluarga korban pada Senin (12/10/2026) pagi. Kapal cepat tersebut tenggelam sekitar pukul 05.45 WIT di perairan Kampung Siri-Siri. Kemudian sekitar pukul 07.00 WIT, masyarakat yang mengetahui kejadian itu langsung menggunakan long boat untuk mengevakuasi orang-orang yang berada di kapal tersebut.
Kemudian, Tim SAR mengerahkan Rescue Boat 221 dari Sorong, namun proses evakuasi terkendala gelombang dan kabut asap yang menyebabkan jarak pandang di perairan hanya sekitar 300 hingga 500 meter.
Hidayat mengatakan, dengan menggunakan perahu karet akhirnya berhasil memindahkan para korban dari lokasi evakuasi menuju kapal penyelamat. "Pada Selasa (13/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIT Rescue Boat 221 tiba di Kokas dan menyerahkan seluruh korban kepada pihak keluarga," jelasnya melansir antara.
Ia menyebutkan 10 orang yang berada di kapal tersebut, termasuk pengemudi, tidak mengalami luka-luka. Sementara itu kapal cepat tersebut juga diketahui mengangkut satu jenazah yang hendak dibawa ke Kokas.
Terkait penyebab tenggelamnya kapal, Hidayat mengatakan pihaknya belum memperoleh informasi pasti mengenai faktor yang memicu kecelakaan tersebut, termasuk kemungkinan kebocoran atau menabrak karang.
Menurut dia, kapal cepat tersebut dinilai memiliki konstruksi yang layak untuk pelayaran dan dilengkapi dua mesin berkapasitas masing-masing 250 daya kuda. Namun, penyebab pasti kecelakaan masih belum diketahui. (*)
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)