15 October 2026

Get In Touch

Revitalisasi Rampung November, Mas Dhito: Pasar Ngadiluwih Kediri Beroperasi 24 Jam

Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau konddisi terkini progres revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Rabu (14/10/2026).
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana saat meninjau konddisi terkini progres revitalisasi Pasar Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, Rabu (14/10/2026).

KEDIRI (Lentera) - Penantian pedagang dan masyarakat mengenai perkembangan revitalisasi Pasar Ngadiluwih di Kabupaten Kediri segera terbayar, karena pekerjaan revitalisasi pasar rakyat ini hampir rampung. 

Tidak hanya berganti wajah, pasar yang akan beroperasi 24 jam ini, juga bakal memberikan harapan baru. Kabar baik ini disampaikan langsung Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana usai meninjau kondisi pasar terkini, pada Rabu (14/10/2026). 

Melihat progres pekerjaan revitalisasi, pihaknya memperkirakan sekitar November, Pasar Ngadiluwih siap diresmikan.

"Ini sedang sosialisasi kepada teman-teman pedagang, yang selama ini menempati TPPS (Tempat Penampungan Pedagang Sementara)," kata Bupati Kediri yang biasa disapa Mas Dhito ini.

Pasar Ngadiluwih yang direvitalisasi pada 2025 kebakaran itu, kini menjadi lebih megah dengan konsep tradisional, modern dan berbudaya. 

Seperti Pasar Wates yang menjadi percontohan, operasional Pasar Ngadiluwih ini akan dibagi tiga shift. Operasionalnya, sore hingga malam untuk tambahan pedagang kuliner, dini hari hingga pagi untuk pedagang sayur dan pagi hingga siang untuk pedagang los maupun kios. 

Dengan tambahan shift pedagang kuliner ini, Pasar Ngadiluwih bakal menjadi tempat bagi pedagang lama, termasuk membuka peluang bagi pedagang baru yang akan mengadu peruntungan berjualan. 

Belum lagi, pasar ini juga dilengkapi lapak foodcourt untuk kuliner khas Ngadiluwih dan Kabupaten Kediri. 

"Seluruh pedagang yang sudah ada bisa masuk semuanya, total pedagang (termasuk yang masuk daftar tunggu) ada 714 dan lapak yang tersedia 805 (belum termasuk pelataran untuk lesehan)," ungkap Mas Dhito.

Menurut Mas Dhito, dengan beroperasi 24 jam nantinya pada malam hari pun akan ada kegiatan ekonomi di Pasar Ngadiluwih. Terlebih bagian halaman pasar yang luas, seperti halnya Pasar Wates, saat jam kulineran tak menutup kemungkinan akan ada live musik. 

"Di tahun 2027 pedestarian di depan pasar juga akan kita perbaiki, dan yang paling penting nantinya tidak ada pedagang yang berjualan di depan pasar semua masuk ke dalam seperti Pasar Wates," terang Mas Dhito.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih menambahkan saat ini revitalisasi hampir rampung, adapun pekerjaan yang bobotnya masih besar yakni penyelesaian pemasangan fasad pada satu bagian los. 

Selain penyelesaian pekerjaan pasar, saat ini pihaknya masih tahap sosialisasi ke pedagang dan dilanjutkan pengundian lapak yang dijadwalkan pada 27-30 Oktober. 

Selanjutnya, pada Desember semua pedagang sudah harus pindah dan berjualan di pasar yang baru.

Bagi masyarakat yang mau berjualan kuliner di pelataran, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri membuka peluang untuk mendaftar. Namun, tetap mengutamakan terlebih dahulu memasukkan pedagang yang berjualan di depan pasar.

'"Kami juga membuka siapa saja, yang dari luar mau masuk (berjualan kuliner) ke sini," tambahnya.

 

Reporter: Ais/Editor: Arief Sukaputra

 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.