SURABAYA (Lentera) – Anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Timur, Rasiyo, mendorong penguatan kesepadanan antara pendidikan kejuruan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri, melalui Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Rasiyo mengatakan, penurunan angka pengangguran di Jawa Timur tidak terlepas dari peran lembaga pendidikan, khususnya SMK yang menyiapkan peserta didik dengan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Angka pengangguran ini secara teknis memang ada di Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, dan secara umum sudah menurun. Namun, ini juga tidak lepas dari peran sekolah, utamanya SMK yang pendidikannya disesuaikan dengan kompetensi peserta didik,” ungkap Rasiyo, Selasa (13/10/2026).
Menurut Anggota Komisi E DPRD Jatim itu, keterhubungan antara pendidikan kejuruan dan kebutuhan industri perlu diperkuat agar penyiapan tenaga kerja dilakukan sejak peserta didik masih berada di bangku sekolah.
“Harus ada keterkaitan dan kesepadanan dengan dunia usaha dan industri. Artinya, anak-anak yang lulus langsung bisa dipekerjakan di industri yang cocok. Jadi, penciptaan lapangan pekerjaan itu sudah dikanalkan dan diawali sejak dari bangku sekolah, bukan lulus baru dibiarkan,” tegasnya.
Selain menyoroti penyiapan tenaga kerja, mantan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur tersebut mengapresiasi capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur di sektor pendidikan di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
Rasiyo menilai, prestasi pendidikan Jawa Timur menunjukkan hasil yang memuaskan dan berada di atas rata-rata nasional. Ia mencontohkan hasil Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang dinilai menunjukkan capaian baik dibandingkan tingkat nasional.
“Kalau prestasi saya kira di Dinas Pendidikan luar biasa. Misalkan terkait dengan Tes Kompetensi Akademik (TKA) Jawa Timur, walaupun rata-ratanya demikian, tetapi hasilnya bagus dibandingkan dengan tingkat nasional,” ujar Rasiyo.
Ia menambahkan, pelaksanaan TKA tahap pertama telah berjalan dengan baik. Saat ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur tengah mempersiapkan tahapan selanjutnya.
Jawa Timur menempati urutan kelima nasional berdasarkan hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2025 untuk jenjang SMA/SMK/MA dan sederajat. Hasil tersebut diumumkan pada Desember 2025 dan diberitakan Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Timur pada 19 Januari 2026. (*)
Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)