SURABAYA (Lentera) – Fraksi PKB DPRD Jawa Timur menyoroti kesenjangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) antardaerah di Jawa Timur. Salah satunya, perbedaan capaian IPM Kota Surabaya dan Kabupaten Sampang menjadi gambaran ketimpangan kualitas hidup masyarakat yang masih perlu mendapat perhatian dalam kebijakan pembangunan.
Berdasarkan data yang disampaikan Fraksi PKB, IPM Kota Surabaya mencapai 85,65, sedangkan Kabupaten Sampang berada di angka 67,23. Kesenjangan juga terlihat pada rata-rata lama sekolah, yakni 12,12 tahun di Kota Madiun dan 5,19 tahun di Kabupaten Sampang.
Bendahara Fraksi PKB DPRD Jatim, Salim Azhar, mengatakan keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari pemerataan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat.
“Fraksi PKB mengapresiasi capaian yang telah diraih Pemprov Jatim. Namun, jangan sampai pertumbuhan ekonomi terlihat tinggi, tetapi manfaatnya belum dirasakan secara merata oleh masyarakat,” ungkap Salim, Selasa (13/10/2026).
Menurut Fraksi PKB, kesenjangan kualitas hidup antardaerah menunjukkan perlunya kebijakan pembangunan yang lebih berpihak pada wilayah tertinggal. Pemerintah provinsi didorong menetapkan target tahunan yang terukur untuk meningkatkan IPM, rata-rata lama sekolah, dan menurunkan kemiskinan di kabupaten/kota dengan capaian terendah.
Lebih lanjut, Salim menegaskan perlunya perhatian terhadap wilayah Madura dan Jalur Lintas Selatan (JLS) melalui dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan daerah.
“Kawasan Madura dan Jalur Lintas Selatan (JLS) perlu mendapat perhatian melalui dukungan anggaran yang sesuai dengan kebutuhan wilayah,” pungkasnya. (*)
Reporter: Pradhita
Editor: Lutfiyu Handi





.jpg)